Friday, March 13, 2015

struktur organ pada tumbuhan tingkat tinggi

Ø  Jaringan Tumbuhan
           Jaringan pada tumbuhan tersiri atas jaringan meristem, epidermis, klorenkim, parenkim, xilem, floem, kolenkim, dan sklerenkim.
v  Jaringan Meristem
      Jaringan meristem adalah kumpulan-kumpulan sel muda yang selalu melaksanakan pembelahan atau bersifat embrional ( meristemastis ).
Jaringan meristem dapat dibedakan atas dasar:
a.    Asal jaringan, yang dapat dibedakan menjadi:
-          Meristem primer
-          Meristem sekunder
b.    Letak jaringan, dapat dikelompokkan menjadi:
-          Meristem apikal ( meristem ujung )
-          Meristem interkalar ( meristem antara )
-          Meristem lateral ( samping )
Pada tumbuhan dikotil batang dan akar mempertebal diri melalui proses pertumbuhan sekunder dimualai dari meristem lateral.
Umumnya sel-sel penyusun jaringan meristem berdinding tipis, berbentuk isodiametris, kaya protoplasma, memiliki proplastida, dan tidak mengandung cadangan makanan.
a.       Meristem Primer
Bagian sel yang telah berdeferensiasi merupakan meristem primer, meristem
primer akan berdeferensiasi menjadi 3 jaringan primer, yaitu :
1.       Protoderm, merupakan lapisan paling luar sel.
2.       Prokambium, merupakan meristem yang akan membentuk jaringan pembuluh primer.
3.       Meristem dasar, merupakan meristem yang akan membentuk jaringan dasar ( korteks dan empulur). Meristem dasar menyokong jaringan meristematik pada ujung pucuk.
-          Meristem Apikal
Terdapat diujung batang, cabang dan akar; membentuk susunan titik tumbuh yang mewakili pembelahan dan pertumbuhan jaringan.
-          Meristem Interkalar
Meristem interkalar ditemukan pada tumbuhan yang memiliki batang beruas-ruas, misal pada tumbuhan famili Graminae, juga pada daun pinus, dan pada tangkai bunga.
-          Dermatogen, membentuk epidermis
-          Periblem, membentuk kulit batang/korteks, terdidi dari beberapa sel.
-          Ploerom, membenmtuk slinder pusat.
.
b.       Meristem Sekunder
Aktivitas meristem sekunder, ditandai dengan adanya pertumbuhan menebal pada bagian yumbuhan yang terletak jauh di ujung pucuk dsan akar. Pertumbuhan ini berlangsung pada kambium dan kambium gabus (felogen) yang disebut dengan tumbuhan lingkar sekunder.
-        Kambium
Kambium merupakan meristem lateral, berbentuk pipa atau merupakan berkas memanjang sejajar permukaan batang dan akar.
Kambium ada dua macam, yaitu : berada di antara pembuluh xilem, dan floem, dan di anatara berkas pembuluh angkut.
Jenis kambium terdapat pada tumbuhan dikotil, berupa kambium fasikuler dan kambium intrafasikuler.
-        Falogen ( Kambium Gabus)
Pembentukkan falogen terjadi setelah aktifitas kambium yang membentuk berkas pengangkut sekunder. Periderm terbagi atas 3 bagian :
a.       Felem, yaitu gabusnya, terdiri dari sel-sel mati
b.       Felogen, kambium gabus
c.        Feloderm, dibentuk karena aktivitas felogen ke arah dalam terdiri dari sel-sel hidup.
v  Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa merupakan jaringan yang sudah mengalami deferensiasi dan pada umumnya tidak melakukan pembelahan lagi.
a.       Jaringan Epidermis
Merupakan lapisan sel terluar yang menutupi permukaan organ tubuh tumbuhan baik pada akar, batang, dan daun. Sifat-sifat jaringan epidermis:
1.    Pada daun, epidermis bermodifikasi menjadi mulut daun, trikomata, sedangkan epidermis pada batang dikotil bermodifikasi menjadi lentisel untuk pertukaran gas.
2.    Pada akar muda, epidermis bermodifikasi menjadi sel-sel bulu akar untuk menyerap air.
3.   Epidermis tidak berkrolofil, kecuali sel penutup mulut daun dan daun paku-pakuan.
4.   Sel berbentuk seperti kubus, berinti dan tidak mempunyai rongga antar sel.
5.   Sebagai jaringan pelindung, sering dilapis kutikula ( lapisan lilin)

Bentuk-bentuk khusus epidermis, anatara lain :
1.       Stomata ( mulut daun )
Stomata  merupakan celah kecil dianatara sel epidermis, terdiri atas sel penutup berklorofil (guard cell) dan sel tetangga (neben cell) tidak berkrolofil. Berdasarkan atas susunan sel tetangga, mulut daun tumbuhan dikotil terdapat : tipe diasitik, tipe anisositik, tipe anomositik, tipe aktinositik, dan tipe parasistik.
2.       Trikoma
Berupa tonjolan sangat halus, terdiri dari satu atau lebih sel.

3.       Bulu akar
Merupakan tonjolan pada sel epidermis akar muda.
b.       Jaringan Parankim
Jaringan parankim terbentuk dari jaringan meristem dasar, sedangkan jaringan parenkim yang ada di berkas pengangkut, dibentuk oleh prokambium atau kambium.
Jaringan prenkim terdiri atas sel-sel hidup yang tidak cukup bersepesialisasi, jadi dapat berubah lagi menjadi sel meristem.
Jaringan parenkim ditrmukan pada korteks akar, batang, mesofil daun, daging buah dan endosperm biji.
Jenis-jenis sel parenkim memiliki bentuk yang berbeda misalnya: parenkim palisade, penyusun mesofil daun, bentuk selnya panjang, mengandung banyak kloroflas. 
c.        Jaringan Penguat
Jaringan ini disebut stereom, terdiri dari kolenkim dan sklerenkim, fungsinya untuk memberi kekuatan terhadap bagian tubuh tanaman, sehingga disebut juga sebagai jaringan penyokong.
Kolenkim, adalah jaringan hidup, memiliki banyak sifat parenkim, berfungsi sebagai penguat pada organ muda maupun tua.
Berdasarkan penebalan pada dinding sel sel, kolenkim dapat dibedakan menjadi : a. Kolenkin sudut ( angular), b. Kolenkim tubular, c. Kolenkim lempeng (lamellar), d. Kolenkim lakunar.
Sklerenkim dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu serabut dan sel batu (sklereid).
                Pada umumnya skleroid merupakan sel-sel mati waktu dewasa tetapi banayak sklereid yang mengandung protoplasma selama organ yang ditempatinya masih hidup.
d.       Jaringan Pengangkut

Jaringan pengangkut disebut tumbuhan vaskuler. Xilem dan fleom merupakan system berkas pembuluh angkut, yang letaknya berdampingan. Beberapa pembuluh angkut : 1. Kolateral terbuka, 2. Kolateral tertutup, 3. Radial, 4. Bikolateral, 5. Konsentris amfivasal, 6. Konsintris amfikribal.Ø  Organ Tumbuhan
1.       Akar
Akar tumbuhan pada umumnya tumbuh dibawah tanah, berfungsi untuk menyerap air dan garam-garam anorganik dari larutan tanah, namun ada pula tumbuhan yang akarnya tumbuh di udara misal anggrek. Jaringan penyusun akar, dapat dibedakan dalam keadaan pertumbuhan primer dan sekunder.
2.       Batang
Batang pada tumbuhan merupakan proses percabangan bagian tumbuhan yang berada di atas tanah, umumnya bagian tersebut berdaun.
Stele adalah bagian terdalam organ batang tumbuhan, yang terdiri dari jaringan : 1. Berkas Pengangkut, 2. Empulur, 3. Perikambium, 4. Jari-jari empulur.

3.       Daun
Daun lengkap yaitu daun yang mempunyai helai daun (lamina), tangkai daun (petiola), dan pelepah (vagina). Daun berfungsi menerima sinar matahari sehingga bentuknya pipih.
4.       Bunga
Bunga lengkap adalah bunga yang mempunyai bagian : 1. Kelopak (kaliks), 2. Mahkota bunga (corolla), 3. Benang Sari (stamen), 4. Putik (pistillum), 5. Tangkai bunga, dan 6. Bakal biji.
5.       Buah
           Buah merupakan organ tumbuhan yang mengandung biji. Buah biasanya berkembang dari alat-alat pembiakan betina, tetapi seringkali bagian-baguian lain pada bunga ikat dalam menyusun buah.
6.       Biji
Biji dihasilkan setelah mengalami pembuahan dan di dalamnya mengandung embrio sehingga calon individu baru.
Ø Reproduksi
a.       Reproduksi Secara Generatif (Seksual)
Reproduksi secara generatif adalah terjadinya individu baru yang didahului dengan pelebaran dua sel gamet. Penyerbukan adalah peristiwa sampainya serbuk sari pada tujuan. Gymnospermae adalah tumbuhan berbiji terbuka, disebut demikian karena biji tidak ditutupi oleh daging buah. Angiospermae adalah tumbuhan berbiji tertutup, disebut demikian karena bijinya ditutupi oleh daging buah.
b.       Reproduksi Secara Vegetatif
Tumbuhan tingkat rendah berlangsung secara : membelah diri (tumbuh ber sel satu), membuat tunas, dan pembentukkan spora. Sementara untuk perkembangbikan vegetatif pada tumbuhan tingkat tinggi terdiri dari :
1.       Pembentukan tunas
Tunas akan tumbuh pada bagian batang yang memiliki batang tunas
2.       Rhizoma (Akar tinggi)
Rhizoma merupakan batang yang tertinggi dalam tanah
3.       Umbi batang
Umbi merupakan cadangan makanan dan padanya terdapat mata tunas yang akan tumbuh yang bila apabila ditanam.
4.       Umbi lapis
Tunas akan tumbuh di bagian batang yang terdapat di dalam tanah.
5.       Geragih
Geragih adalah batang yang menjalar di atas tanah
6.       Tunas advetif
7.       Mencangkok
Mencangkok adalah menyayat bagian kulit sampai kambium dibuang dan pada sayatan tersebut disimpan tanah sabagai perangsang terjadinya pertumbuhan akar.
8.       Menempel (okulasi)
9.       Merunduk
10.    Menyambung
11.    Menyetek
Ø  Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan
      Pertumbuhan adalah peristiwa perubahan yang bersifat irreversible.Perubahan tersebut meliputi pertambahan volume  dan jumlah,perubahan struktur dan susunan kimia.Oleh karena itu pertumbuhan  dapat diketahui melalui peningkatan ukuran dan peningkatan jumlah sel
      Perkembangan tanaman adalah suatu proses menuju ke arah pendewasaan tanaman.Perkembanagan tersebut mencangkup proses pembentukan bunga,buah,biji,diferensiasi batang dan akar.
      Peristiwa pertumbuhan pada tumbuhan di sebabkan oleh meristem yaitu jaringan yang sel-selnya tetep bersifat embrional.Pada meristem terdapat sel-sel yang selalu membelah yaitu satu atau banyak sel yang dapat dianggap menjadi tempat aktivitas pembelahan.
      Pertumbuhan primer adalah suatu peristuwa tumbuh oleh adnya kegiatan meristem primer di ujung batang dan di ujung akar  yang terbentuk  sejak tumbuhan masih  berupa embrio (lembaga).
      Ada beberapa faktor  yang  mempengaruhi pertumbuhan  yaitu :
·         faktor  ekster nal adalah factor dari dalam meliputi :
 1.  suhu,dapat di klasifikasi  menjadi 3 yaitu :
-          suhu  maksimum adalah suhu  yang paling  tinggi yang masih dapat diadaptasi  sehingga tumbuhan dapat hidup.
-          suhu optimum adalah suhu yang paling  baik untuk pertumbuhan.
-          suhu minimum adalah suhu paling rendah yang masih bisa diadaptasi  sehingga tumbuhan bisa hidup.
2.                cahaya matahari  dan arah matahari,berpengaruh besar terhadap pertumbuhan  besar dan arah batng dan daun.Tumbuhan yang tumbuh dengan cukup cahaya ,daunya mempunyai epidemis dan lapisan plasidae yang tebal dengan ruang anra sel.
3.  kelembaban,umumnya akan mempercepat pertumbuhan tanaman  sel muda dekat titik tumbuh  dapat menghisap air  dengan cepat dan dalam waktu singkat dapat mencapai volume tetap sehingga sel cepat mencapai ukuran maksimum.
4.  air dan nutrien ,air merupakan bagian yang dapat membawa beraneka ragam zat hara yang terlarut di dalamnya akan di serap melalui akar  untuk keperluan meta bolisme.
·         faktor  inter nal adalah faktor dari dalam meliputi :
1.  gen,terbawa dalam kromosom yang menentukan sifat generasi berikutnya
2.  fitohormon (zat tumbuh) hormone ini banyak di dapatkan pada meristem terutama di ujung akar,daun muda yang sedang tumbuh,biji dan buah yang sedang berkembang,misalkan auksin,kalin,giberlin,sitokonin,florigen.
-          Auksin adalah senyawa asesat dengan gugusan indol denagan disertai  derivatnya.Auksin akan rusak oleh cahaya matahari.auksin memiliki pengaruh terhadap  : pembentukan akar,perkembangan tunas,kegiatan sel meristem,pembentuksn bunga,pembentukan buah,pengguguran daun dab buah.
-          Kalin merupakan sejenis hormon yang mempengaruhi pembentukan suatu organ antara lain : Rizokalin mempengaruhi pembentukan akar,kulikalin mempengaruhi pembentukan batang,Filokalin  mempengaruhi pembentukan  daun,Anthokalin mempengaruhi pembentukan bunga
-          Giberlin merupakan hoemon yang di peroleh dari jenis jamur Giberrlin fujikuroi yang hidup sebagai parasit pada tanaman padi.
-          Sitokinin merupakan hormon pertumbuhan yang berpengaruh terhadap : (1) pembelahan sel sehingga mempercepat pertumbuhan pucuk,tunas akar dan merangsang pelebaran titik tumbuh. (2) pembentukan bunga sehingga mempercepat pembentukan bunga (3) mencegah  prose penuaan  pada daun sehingga tidak mudah gugur.
-          Floligen berpengaruh terhadap : (1) buah menjadi  cepat masak (2) proses penuaan tumbuhan sehingga daun mudah di gugurkan (3) proses pembungaan.
                Perkembangan tumbuhan adalah suatu proses menuju ke arah pendewasaan suatu tanaman.perkembanagan tersebut  mencangkup proses pembentukan bunga,buah,dan biji,difrensasi batang dan akar.
Ø  Fotosintesis
       Fotosintesis merupakan  proses penyusun senyawa komplek dari  senyawa sederhana,atau penyusunan (sintesa) senyawa  organik dari senyawa anorganik dengan bantuan energi cahaya matahari.Dalam proses fotosintesis,molekul air di perlukan sebagai penyumbang atom  Hidrogen (H),sedangkan Oksigen (O2) akan di keluarkan sebagai  hasil sampingan.Fotosintesis  pada  tumbuhan  terjadi  di dalam kloroflas,namun  reaksi reaksi gelap dan terang terlaksana pada tempat yang berbeda.

No comments:

Post a Comment